Le papier, c’est la vie

Le papier, c’est la viepapier (kertas) berasal dari papyrus yang sudah digunakan oleh Bangsa Mesir Kuno. Teknik pembuatan kertas dikenalkan oleh Cina pada tahun 101M. Lalu pada tahun 1799, Perancis menyumbangkan alat Fourdrinier yang berfungsi dalam pembuatan kertas-kertas tipis.

sans-papiers

Dalam perkembanganya, kehadiran kertas merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Begitu pentingnya kertas dalam kehidupan manusia, sehingga “papier” (kertas) di Perancis penggunaannya kemudian disinonimkan dengan dokumen-dokumen dan berkas-berkas penting. Maka “Sans papier” tidak lagi diartikan tanpa kertas tapi lebih pada “tanpa dokumen” yang kemudian mengerucut pada ketidakpunyaan kartu identitas. “Sans papier” digunakan untuk menyebutkan para imigran yang tidak memiliki izin tinggal di Perancis baik berupa VISA maupun KTP sementara: titre de séjours (CDS) / OFII 

 

Apakah yang terjadi pada “sans papier”? 

Pasca serangan Paris, pemerintah Perancis menetapkan kondisi darurat (état urgence) di negeri Napoelon tersebut, bahkan kondisi darurat yang seyogyanya akan berakhir 26 februari 2016 akan diperpanjang selama 3 bulan. Dengan penetapan kondisi darurat, maka kontrol polisi akan semakin ketat, termasuk pemeriksaan dokumen (kartu identitas) tanpa kecuali, dan imigran menjadi target utama.

KARENA LUPA

Jika seseorang diperiksa Polisi, padahal dia lupa membawa visa/ titre de séjours (CDS) / OFII, yang harus dilakukan adalah

  • JANGAN PANIK karena menimbulkan kecurigaan.
  • Beritahu polisi bahwa anda lupa membawa CDS. jika anda terrazia pada hari kerja maka Polisi akan telpon ke Prefecture untuk mengecek nama anda. Jika ada nama anda maka anda aman. Polisi akan membebaskan anda. 
  • Razia hari libur, kemungkinan pertama : Polisi memberi anda surat lapor diri agar anda membawa CDS ke kantor yang sudah ditetapkan pada hari kerja.
  • Razia hari libur, kemungkinan kedua : Anda akan dibawa ke kantor Polisi untuk ditahan. Nah telpon teman/ orang dekat untuk ambilkan CDS anda di rumah dan membawanya ke Kantor Polisi agar anda di bebaskan. Anda hanya punya waktu 4 jam untuk membuktikan bahwa anda punya izin tinggal.

Pesan : karena papier, c’est la vie…  untuk menghindari masalah LUPA letakkan fotocopy CDS/ OFII/ VISA dalam dompet atau tas anda, terlebih jika anda takut kehilangan passeport.

KARENA TIDAK PUNYA

Secara random selama razia, Polisi dapat menemukan “sans papier”. Siapa sajakah “sans papier” ? diantaranya …

  • Pengungsi dapat masuk kategori “sans papier” jika dia tidak mengurus izin tinggal sebagai pengungsi (un réfugie). Pemerintah Perancis menerapkan Konvensi Genewa (la Convention de Genève) (bisa baca Pasar 1A2) untuk melindungi para pengungsi jadi ketidakmampuan menunjukkan dokumen akan masuk kategori “sans papier”. 
  • “Sans papier” untuk imigran yang masuk ke Perancis secara illegal.
  • “Sans papier” juga berlaku ketika Visa/ CDS/ OFII sudah habis masa berlakunya.

Mereka para “sans papier” akan ditangkap Polisi dan selanjutnya akan menjalani proses berikut :

  1. Kontrol identitas CDS oleh polisi  selama 4 jam jika terbukti CDS expire atau tidak memiliki CDS maka sans papiers dikirim ke centre de retention (Rumah Dentensi / Rumah tahanan milik kantor imigrasi) di kota penangkapan. Misal untuk Lyon: Poste de police aux frontières, espace Lyon Saint-Exupéry-CRA, 69125 Lyon Aéroport.  Kota lain bisa baca di : LogoPDF
  2. Centre de rétention berhak menahan sans papiers dalam kurun waktu 5 hari (maksimal) sambil menunggu keputusan Tribunal Administratif (pengadilan).
  3. Selama dalam Centre de rétention tersebut Sans papiers berhak mendapatkan pendampingan pengacara dan berhak menghubungi orang terdekat melalui telephone dengan tujuan agar orang yang dihubungi dapat membantu mengumpulkan bukti-bukti yang meringankan si sans papiers. Assosiasi yang melakukan pendampingan ditunjuk oleh Pemerintah misal Lyon : Forum Réfugiés,  telp : 04 72 23 81 64 – 06 22 50 73 60 – Fax: 04 72 23 81 45 (lihat pdf pada nomor 1).

 

KEPUTUSAN PENGADILAN 

Keputusan Tribunal Administratif (TA)  secara garis besar adalah expulsions (pengusiran/ deportasi) yakni:
1. Obligasi (Kewajiban) meninggalkan wilayah Perancis tanpa delai waktu.
2. Obligasi (Kewajiban) meninggalkan wilayah Perancis dengan delai waktu.

Untuk obligasi meninggalkan Perancis dengan delai waktu merupakan “kebebasan” bagi Sans papiers karena sans papiers dibebaskan dari Centre de rétention. Tribunal Administratif dapat memutuskan bebas bersyarat  bagi sans papier dengan membebaskannya dari centre rétention dengan tujuan untuk mengurus dokumen-dokumennya, dan berusaha me-regulasi situasinya. Walaupun dibebaskan dari centre rétention, status expulse / ancaman deportasi tetap berlaku :

  1. Polisi memberikan surat regulasi yang akan memprotect sans papier dengan masa berlaku 7/hari, artinya sans papier punya waktu 7 hari untuk mengurus dokumen-dokumennya. Jika dalam kurun waktu 7 hari tidak mampu meregulasi situasinya dia kembali menjadi “illegal”
  2. une Obligation de Quitter le Territoire Français (OQTF) / Obligasi (Kewajiban) meninggalkan wilayah Perancis . Masa berlaku keputusan TA untuk OQTF adalah 1 tahun, namun delai untuk deportasi adalah 48 Jam untuk OQTF tanpa delai dan 30 hari untuk OQTF dengan delai. OQTF ini dapat disertasi (a) L’interdiction de territoire français (ITF) yakni larangan untuk  menginjakkan kaki di wilayah Perancis dalam kurun waktu 1 th, 3 th, 5th, dan 10 tahun dan bahkan selamanya. Dapat juga disertai (b) l’interdiction de retour sur le territoire français (IRTF) yakni larangan untuk  menginjakkan kaki di wilayah Perancis dalam kurun waktu 2 th atau 3 th serta (c)Délai de départ volontaire (DDV).
  3. Un Arrêté Préfectoral de Reconduite à la Frontière (ARPF), masa berlaku keputusan TA untuk ARPF adalah 3 tahun, namun keputusan ini hanya berlaku bagi orang yang tidak memiliki izin bekerja karena masa tinggal di Perancis kurang dari 3 bulan.
  4. Un arrêté de réadmission ou un « accord Dublin II » hanya berlaku bagi sans papier yang datang ke France sebagai pengungsi dan pemohon suaka.

 

HUKUMAN BAGI YANG MELINDUNGI “SANS PAPIER”

Bagi yang memberikan perlindungan bagi “sans papier” ditetapkan oleh L’article L622-1 Code de l’entrée et du séjour des étrangers et du droit d’asile yakni 5 tahun penjara dan denda 30.000 €. Melindungi adalah semua kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai aktivitas yang memberikan “Perlindungan”,  “membantu”, “memfasilitasi” keberadaan warga illegal, termasuk didalamnya memberikan tempat tinggal, bahkan hanya sekedar membantu untuk charge Hp dapat termasuk délit : “Monique Pouille, 59 ans, citoyenne française, a fait neuf heures de garde à vue pour avoir rechargé des portables appartenant à des migrants. Elle a été accusée de flagrant délit d’aide aux personnes en situations irrégulière.”

 

WNI yang tertangkap razia “sans papier”

Dalam hal ini jika ada WNI yang tertangkap razia “sans papier”, terbukalah atau jujur kondisi yang dialami dan dapat memanfaatkan fasilitas untuk mengontak orang terdekat. Maka pihak yang dihubungi atau yang mengetahui penangkapan hendaknya segera mengontak Pelayanan Konsuler KBRI / KJRI agar Pemerintah Indonesia dapat memberikan pendampingan dan penjaminan.

  • AMBASSADE D’INDONESIE EN FRANCE ET POUR LES PRINCIPAUTES D’ANDORRE ET DE MONACO : 47 – 49 Rue Cortambert 75116 PARIS phn. 01 45 03 07 60 Fax. 01 45 04 50 32 (http://www.amb-indonesie.fr/)
  • Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille, 25 Boulevard Carmagnole – 13008 Marseille, France Tel. + 33 491 230 160 – Fax. +33 491 714 032.

Pesan :

  • Jangan lupa lapor diri ke KBRI atau ke KJRI agar kita terdata, sehingga KBRI / KJRI dapat menjalankan fungsinya dalam perlindungan warga negara.
  • Sesama WNI baiknya saling mengingatkan satu sama lain terkait dengan Izin tinggal, karena il faut être vigilant … ketika anda ditengarai oleh Polisi “melindungi” sans papier maka anda dapat diganjar hukuman diatas.

 

Baca juga :

Sumber :

Lyon, 15 fevrier 2016 (Rie)

 

Iklan

One thought on “Le papier, c’est la vie

  1. Ping balik: CARA MENGURUS OFII | ~ Ma Petite Arie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s