LESSON LEARNT PENERAPAN KERJASAMA ANTAR DERAH DI PRANCIS DAN DI INDONESIA

LESSON LEARNT   PENERAPAN KERJASAMA ANTAR DERAH DI PRANCIS  DAN DI INDONESIA*

Dalam rangka pemanfaatan disertasi dengan judul :

 SERVICES URBAINS, URBANISME ET AMÉNAGEMENT : ANALYSE GÉOPOLITIQUE DES RELATIONS ENTRE UNE COMMUNAUTÉ URBAINE ET LES COLLECTIVITÉS VOISINES (Le Cas du Grand Lyon) /**

Pelayanan perkotaan, perencanaan kota dan penataan : analisis geopolitik hubungan antara komunitas perkotaan dan masyarakat tetangga (Studi kasus Grand Lyon)

 Arie Fitria

Laboratoire RIVES ENTPE – PDTAP Undip

Abstract : Kerja sama antar-Daerah (KAD) menjadi isu strategis dalam pembangunan berdasarkan logika fungsional wilayah. KAD di berbagai tempat di Indonesia stagnan (Warsono, 2009:80) akibat berbagai persoalan, diantaranya kelembagaan (Pratikno.ed, 2006 : 4). Pengalaman KAD di Eropa dapat ditarik sebagai lesson learnt (Decentralization Support Facility dan Kementerian Dalam Negeri, 2011 : 7), termasuk pelaksanaan KAD di Prancis. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan kewilayahan melalui kerja sama antar daerah dengan menarik manfaat dari hasil disertasi kami di Prancis yang berjudul : SERVICES URBAINS, URBANISME ET AMÉNAGEMENT: ANALYSE GÉOPOLITIQUE DES RELATIONS ENTRE UNE COMMUNAUTÉ URBAINE ET LES COLLECTIVITÉS VOISINES (Le Cas du Grand Lyon) / Pelayanan perkotaan, perencanaan kota dan penataan : analisis geopolitik hubungan antara komunitas perkotaan dan masyarakat tetangga (Studi kasus Grand Lyon). Pertanyaan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : Pembelajaran apakah yang dapat diambil dari model KAD di Prancis untuk menjadi alternatif model kerjasama antar daerah di Indonesia?

Data yang digunakan dihimpun dari field study dan desk study di Lyon dan di Yogyakarta. Data dianalisis dengan teori géopolitique de l’aménagement d’un territoire (geopolitik penataan wilayah) dan teori regionalisasi dengan metode komparasi. Comparative studies menunjukkan KAD di Prancis dan di Indonesia memiliki aspek struktur formal-kelembagaan yang berbeda: KAD di Prancis berkategori hard-form, dan KAD di Indonesia berpola soft-form. Keberhasilan Grand Lyon didukung oleh kesiapan perangkat perundang-undangan, pendanaan, pendelegasian kewenangan, negosiasi dan terbentuknya legislatif regional. Kartamantul menjadi best practice di Indonesia berkat kesadaran untuk bekerja sama dan faktor komunikasi (Fahmi, et al 2010). Dari hasil analisis, ditarik kesimpulan : (1) geopolitik batas wilayah administrasi sebuah forum KAD terkait erat dengan kebutuhannya akan ruang. (2) penyelenggaraan KAD dipengarui oleh kepentingan daerah yang diwujudkan melalui kompromi dan negosiasi sehingga forum KAD yang memiliki bargaining politik yang kuat akan mampu mencapai kepentingannya tersebut. (4) model koordinasi yang difasilitasi oleh legislatif regional menjadi pembelajaran dari KAD di Prancis untuk kasus di Indonesia.

Kata kunci:     kerja sama antar-Daerah, logika fungsional wilayah, daerah otonom, geopolitik, regionalisasi

*     Dipresentasikan :

  • Temu Doktoral Indonesia se Perancis (TDIP), KBRI Paris, 28 Mei 2016
  • Seminar Fakultas Tehnik Undip, Semarang, 9 September 2016

** Disertasi ini telah diujikan pada tanggal 11 maret 2016 di ENTPE Lyon France dengan predikat : très honorable avec félicitations du jury / Very Honorable, with Committee Praise

Dowload versi PDF :

LogoPDF

Iklan

2 thoughts on “LESSON LEARNT PENERAPAN KERJASAMA ANTAR DERAH DI PRANCIS DAN DI INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s